kondisi remaja zaman sekarang

PERGAULAN REMAJA DALAM SYARIAT ISLAM

Agama Islam berlandaskan atas Al Qur’an, Sunnah dan ijtihat. Namun fenomena zaman sekarang banyak remaja yang menjadikan Al Qur’an hanya sebagai pajangan dan tak pernah membacanya apalagi mengkaji isinya dan mereka lebih mengedepankan seni sebagai hiburan, dan sesungguhnya ketenangan hati akan hadir apabila kita selalu mengingat Allah. Sejak runtuhnya islam di cordoba, Al Qur’an tidak lagi di jadikan the way of life. Dan tahukah mereka bahwa kehidupan orang yang tidak berlandaskan Al Qur’an akan rapuh, seperti di jelaskan dalam surat thaha ayat 124:
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."(Qs At  thaha 124)

Remaja masa kini adalah 3S dan 3F.
3S :
1.     Seks . zaman sekarang seks bebas merajalela, pengaruh globalisasi yang membuat seakan-akan tiada batas antara negara-negara di  dunia ini, membawa pengaruh negatif terhadap pergaulan remaja. Remaja masa kini mengikuti pergaulan di barat yang identik dengan pergaulan bebas di kalangan remaja, mereka tidak lagi mengindahkan ajaran agama dan lebih mengedepankan nafsu yang mereka fikir akan membuat mereka senang, sebenarnya menjerumuskan mereka dalam neraka.
2.     Sport . menonton bola akan menjadi pilihan utama remaja masa kini untuk begadang, tetapi untuk sholat tahajud mereka enggan melaksanakannya. Costum olahragawan sungguhlah jauh dari tata berbusana menurut agama islam, mereka mengumbar aurat yang seharusnya sebagai umat muslim kita harus berpakaian sesuai syariat islam.
3.     Songs . indonesian idol telah membuat remeja berbondong-bondong untuk mengikuti audisi, namun jarang remaja sekarang yang berbondong-bondong untuk mengikuti pengajian dan banyak remaja yang lebih memilih menonton konser musik dari pada menghadiri pengajian. betapa kurangnya kesadaran remaja untuk memperdalam ilmu agama untuk bekal di akhirat nanti.
3F :
1.     Fun. Kesenangan di dunia bersifat sementara, kebahagiaan yang sesungguhnya adalah kebahagiaan di akhirat. Hidup ini hanya sekali hendaknya kita menggunakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan segalahal hanya untuk Allah, dan senua itu untuk bekal di akhirat kelak.
2.  Film. film di Indonesia sekarang ini banyak yang tidak mengandung nilai edukasi, dan hanya mengedepankan profit sehingga mengandalkan segala cara agar banyak orang yang menonton tanpa memikirkin apa manfaat dari film tersebut, film yang seharusnya memberi motifasi agar remaja di Indonesia semangat belajar guna meraih prestasi, tetapi mengajarkan remaja bersaing mendapatkan pasangan.
3.     Fashion. Pakaian trend zaman sekarang telah mengadopsi model pakaian barat yang mengumbar aurat bahkan sangat mini, kesadaran remaja untuk memahami ajaran agama islam sangat kurang sehingga dalam berpenampilan dan berperilaku tidak sesuai dengan ajaran islam. Mereka lebih mengedepankan trend masa kini yang menurut mereka gaul dari pada memakai pakaian yang menutup aurat mereka menganggapnya tidak gaul.
3S dan 3F telah menjadi alat penjajahan baru. Perang pemikiran lebih  hebat dari perang senjata apabila setiap orang tidak punya dasar agama islam yang kuat.
Kita sebagai remaja hendaklah menimba ilmu agama secara berkelanjutan   dan senantiasa mengamalkannya dengan  berbenah diri agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan hendaklah setiap umat islam mengembalikan segala urusan pada Al Qur’an dan Sunnah.






Aturan Pergaulan Menurut Syariat Islam
JULY 31, 2013FATTFATMA LEAVE A COMMENT

Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah swt. Allah swt menciptakan manusia sedemikian rupa, manusia juga merupakan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan Allah swt yang lainnya, Allah menciptakan manusia begitu sempurna karena manusia merupakan khalifah di muka bumi ini. Ada dua jenis manusia yang diciptakan oleh Allah swt, yaitu laki – laki dan perempuan. Firman Allah swt dalam Al-qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 :
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Allah berfirman bahwa Ia menciptakan manusia berbangsa – bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenali. Artinya, Allah swt memerintahkan manusia untuk bersosialisasi dan saling bergaul satu dengan yang lainnya. Allah swt juga menjelaskan di dalam ayat ini bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dari berbagai suku dan bangsa, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dengan apa yang dimiliki orang tersebut karena sesungguhnya yang paling mulia dihadapan Allah swt adalah orang yang paling bertakwa.
Pergaulan merupakan suatu fitrah bagi manusia karena sesungguhnya manusia merupakan makhluk sosial. Manusia juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Namun, di zaman sekarang ini banyak sekali remaja yang terjerembab dalam kemaksiatan akibat salah pergaulan, seperti maraknya video mesum, pemerkosaan, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pergaulan tidak dibentengi dengan iman yang kokoh sehingga mudah tergoyahkan oleh arus pergaulan yang bersifat negatif.
Semakin maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, mengharuskan para remaja belajar tentang pergaulan yang benar secara islam dan sesuai syariat sejak dini. Sebenarnya tidak hanya pergaulan terhadap lawan jenis yang saat ini sedang merebak di masyarakat tetapi hubungan antara anak dan orang tua juga banyak penyimpangan seperti adanya pembunuhan seorang ibu oleh anaknya, hal itu juga disebabkan oleh iman si anak yang masih lemah dan goyah. Sebenarnya di dalam Al-qur’an telah dijelaskan hubungan antara laki-laki dan perempuan ,hubungan sesama jenis, hubungan antara anak dan orang tua, hubungan antara muslim dan nonmuslim, dan masih banyak lagi yang lainnya.  Namun bagi mereka yang baru saja mengetahui peraturan ini cenderung merasa tertekan karena pergaulan dalam islam begitu kaku dan tidak seperti pergaulan yang umum ditemui di masyarakat.
A.   Pergaulan antara lawan jenis
Sekiranya pergaulan itu berasaskan kepada tujuan mendesak ataupun keperluan, maka dibolehkan. Walau bagaimanapun, dalam masa yang sama, perlu menjaga batas-batas pergaulan sebagaimana yang telah digariskan Islam. Pandangan yang diberikan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi di dalam Fatawa Muasyirah, Jilid 2 menyebutkan :
“Pada prinsipnya, perhubungan di antara lelaki dan wanita tidaklah ditolak secara total, malahan dibolehkan selagi mana ia bermatlamatkan kebaikan dan atas perkara-perkara yang dibenarkan syarak.. Dan wajib patuhi kehendak dan ajaran Islam serta prihatin tentang akhlak dan adab”.
Allah swt telah mengatur sedemikian rupa mengenai pergaulan antara lawan jenis. Allah swt berfirman dalam surat Al-Israa ayat 32,
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17:32).
Dalam ayat tersebut Allah swt telah jelas melarang manusia untuk mendekati zinah karena sesungguhnya zinah merupakan perbuatan yang keji. Zinah dapat disebabkan oleh kurang kokohnya iman seorang manusia dan akhirnya terbawa dalam pergualan bebas. Islam mengatur batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, batasan-batasan tersebut dibuat bukan untuk mengekang kebebasan manusia, namun merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah swt terhadap umat manusia sebagai makhluk yang mulia. Sebagai muslim yang beriman, seharusnya para remaja memperhatikan beberapa adab pergaulan yang telah diatur didalam Al-Quran.
Adab – adab pergaulan dalam islam :
· Pertama, hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah firman Allah berikut ini,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. 24:30)
Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Maka jagalah kedua biji mata ini agar terhindar dari tipu daya syaithan. Tentang hal ini Rasulullah bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua!” (HR. Abu Daud).
· Kedua, hendaknya setiap muslim menjaga auratnya masing-masing dengan cara berbusana islami agar terhindar dari fitnah. Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman,
Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya. (An-Nuur : ayat 31).
Batasan aurat bersama bukan mahram (ajnabi)
1.     Lelaki – antara pusat ke lutut
2.     Wanita – seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan
• Berpakaian sopan menurut syara’, yaitu tidak tipis sehingga menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk badan dan tudung dilabuhkan melebihi paras dada. Tidak salah berpakaian asalkan menepati standar pakaian Islam.
• Hayati pemakaian kita di dalam solat. Sebagaimana kita berpakaian sempurna semasa mengadap Allah, mengapa tidak kita praktikkan dalam kehidupan di luar? Sekiranya mampu, bermakna solat yang didirikan berkesan dan berupaya mencegah kita daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar.
• Jangan memakai pakaian yang tidak menggambarkan identitas kita sebagai seorang Islam. Hadith Nabi SAW menyebutkan : “Barangsiapa yang memakai pakaian menjolok mata, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat kelak..” ( Riwayat Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dan Ibnu Majah)
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. 33: 59)

· Ketiga, tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32) misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram. Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).
· Keempat, menjauhi pembicaraan atau cara berbicara yang bisa ‘membangkitkan selera’. Arahan mengenai hal ini kita temukan dalam firman Allah,
“Hai para istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf.” (QS. 33: 31).
Berkaitan dengan suara perempuan Ibnu Katsir menyatakan, “Perempuan dilarang berbicara dengan laki-laki asing (non mahram) dengan ucapan lunak sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.” (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3)
Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti mana-mana perempuan Yang lain kalau kamu tetap bertaqwa. oleh itu janganlah kamu berkata-kata Dengan lembut manja (semasa bercakap Dengan lelaki asing) kerana Yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang Yang ada penyakit Dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah Dengan kata-kata Yang baik (sesuai dan sopan). (Al-Ahzaab : 32).
Melunakkan suara berbeda dengan merendahkan suara. Lunak diharamkan, manakala merendahkan suara adalah dituntut. Merendahkan suara bermakna kita berkata-kata dengan suara yang lembut, tidak keras, tidak meninggi diri, sopan dan sesuai didengar oleh orang lain. Ini amat bertepatan dan sesuai dengan nasihat Luqman AL-Hakim kepada anaknya yang berbunyi : “Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (Surah Luqman : ayat 19). Penggunaan perkataan yang baik ini perlu dipraktikkan sama ada melalui perbualan secara langsung tidak langsung , contohnya melalui SMS, Yahoo Messengger ataupun apa yang ditulis di dalam Facebook karenanya menggambarkan keperibadian penuturnya.
Berkaitan dengan ungkapan yang baik ini, di dalam Al-Quran ada beberapa bentuk ungkapan yang wajar kita praktikkan dalam komunikasi seharian yaitu:
1. Qaulan Sadida (An-Nisa’ :9) : Isi pesanan jujur dan benar, tidak ditambah atau dibuat-buat
2. Qaulan Ma’rufa (An-Nisa : 5) :Menyeru kepada kebaikan dan kebenaran
3. Qaulan Baligha (An-Nisa’ : 63) : Kata-kata yang membekas pada jiwa
4. Qaulan Maisura (Al-Isra’ : 28) : Ucapan yang layak dan baik untuk dibicarakan
5. Qaulan Karima (Al-Isra’: 23) : Perkataan-perkataan yang mulia
· Kelima, hindarilah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dicontohkan Nabi saw, “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Tirmizi dan Nasa’i).
Hadith Nabi SAW : “Sesungguhnya kepala yang ditusuk besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.” (Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi). Selain itu, dari Aisyah :”Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membait.”(Riwayat Bukhari).
Dalam keterangan lain disebutkan, “Tak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini dilakukan Nabi tentu saja untuk memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan tindakan preventif sebagai upaya penjagaan hati dari bisikan syaitan.
Selain dua hadits di atas ada pernyataan Nabi yang demikian tegas dalam hal ini, bekiau bersabda: “Seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani).
· Keenam, hendaknya tidak melakukan ikhtilat, yakni berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat. Hal ini diungkapkan Abu Asied,“Rasulullah saw pernah keluar dari masjid dan pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita di jalan, maka beliau berkata: “Mundurlah kalian (kaum wanita), bukan untuk kalian bagian tengah jalan; bagian kalian adalah pinggir jalan (HR. Abu Dawud).
Selain itu Ibnu Umar berkata, “Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita.” (HR. Abu Daud).
B.   Pergaulan Sejenis
Dalam hal menjaga aurat, Nabi pun menegaskan sebuah tata krama yang harus diperhatikan, beliau bersabda: “Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan) laki-laki lain, begitu juga perempuan tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-laki berkumul dengan laki-laki lain dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berkemul dengan sesama perempuan dalam satu kain.” (HR. Muslim)
C.   Pergaulan Seorang Muslim dengan Non Muslim
Dalam perkara-perkara umum (sosial) kita tetap menjalin hubungan yang baik dengan non muslim sekalipun. Contoh baik: Nabi berdiri ketika iring-iringan jenazah non muslim melewati beliau. Kita perlu tahu bahwa ada tiga jenis non muslim yaitu kafir harbi, kafir dzimmi, dan kafir mu’aahad. Masing-masing mendapat perlakuan yang berbeda. Dalam masalah aqidah dan ‘ubudiyah, kita tegas terhadap non muslim. Seperti: kita tidak mengucapkan dan menjawab salam kepada mereka, tidak mengikuti ritual ibadah mereka, dan semacamnya.
D.   Pergaulan Sesama Muslim
Sesama muslim adalah bersaudara, seperti tubuh yang satu dan seperti satu bangunan yang kokoh dan saling mendukung antar bagiannya. Pergaulan sesama muslim dibalut dengan ukhuwah islamiyah. Derajat-derajat ukhuwah islamiyah adalah alamatus shadr wal lisan wal yad, yuhibbu liakhihi maa yuhibbu linafsih, dan iitsaar.
Ada banyak hak saudara kita atas diri kita, diantaranya sebagaimana dalam hadits Nabi yaitu jika diberi salam hendaknya menjawab, jika ada yang bersin hendaknya kita doakan, jika diundang hendaknya menghadirinya, jika ada yang sakit hendaknya kita jenguk, jika ada yang meninggal hendaknya kita sholatkan dan kita antar ke pemakamannya, dan jika dimintai nasihat hendaknya kita memberikannya. Selain itu, sesama muslim juga tidak saling meng-ghibah, tidak memfitnahnya, tidak menyebarkan aibnya, berusaha membantu dan meringankan bebannya, dan sebagainya.
E.   Pergaulan dengan Ortu dan Keluarga
Bersikap santun dan lemah lembut kepada ibu dan bapak, terutama jika telah lanjut usianya. Jangan berkata ‘ah’ kepada keduanya. Terhadap keluarga, hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan untuk tetap taat kepada ajaran Islam. Sebagaimana Nabi telah melakukannya kepada Ahlu Bait. Dan Allah berfirman: Quu anfusakum wa ahliikum naara.
F.    Pergaulan dengan Tetangga
Tetangga harus kita hormati. Misalnya dengan tidak menzhalimi, menyakiti dan mengganggunya, dengan membantunya, dengan meminjaminya sesuatu yang dibutuhkan, memberinya bagian jika kita sedang masak-masak.





Artikel Pergaulan Remaja Secara Umum dan Islam
A. Pergaulan Remaja Secara Islami

Pergaulan remaja secara islami adalah remaja yang sopan terhadap sesama muslim dan remaja yang sopan dalam berpakaian dan dengan kata-kata yang lembut dan tertutup. Memang remaja ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman kuno, akan tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dan dilarang memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu. Karena aurat wanita itu sangat mahal harganya dan remaja ini biasa sangat kuper. Remaja seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain, karena dia lebih suka mengurung diri dan dia sukanya sholat, mengaji, dll. Yang harus dihindari pada wanita adalah sebagai berikut :
* Wanita muslim itu dilarang berpandangan mata dengan yang bukan muhrimnya.
* Wanita muslim dilarang berpegangan tangan ataupun berciuman dan biasanya remaja sekarang itu tidak mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya dan selalu ikut-ikut zaman sekarang.
* Wanita muslim dilarang membuka auratnya. Dan biasanya wanita sekarang Ketika seseorang menjadi remaja, maka dia dibesarkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang diwajibkan kepada orang dewasa. Dua sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT atas segala yang dilakukan. Setiap kesalahan yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa dan setiap kebaikan dicatat sebagai amal sholeh yang akan mendapatkan pahala.
Apabila remaja bisa menjalankannya dengan baik, maka Allah akan senantiasa menolongnya dan apabila remaja masih belum bisa menjalankannya, maka Allah tidak mungkin menolongnya.Kalau remaja sekarang ini menganggap agama itu nomor 2, remaja sekarang lebih suka bergaul dengan teman-teman dan lupa dengan kewajibannya sendiri. Dan bisa-bisa terjerumus dengan golongan setan dan setan itu selalu menggoda umat Islam untuk meninggalkan kewajibannya sebagai umat muslim. Jika umatnya menyebut nama Allah maka godaan itu tidak akan menjerumuskan kita.

B. Percintaan Remaja

Pengertiannya di zaman sekarang banyak anak remaja yang memulai kebiasaannya dengan berpacaran. Karena di jaman sekarang termasuk jaman yang modern yang kebanyakan anak remaja sedang suka-sukanya berpacaran karena kalau mereka tidak melakukan hal-hal yang seperti itu mereka disebut anak kuper yang ketinggalan jaman. Sebab masa sekarang sering terjadi anak yang lagi asyik berpacaran biasanya mereka selalu senang dengan sendirinya tidak merugikan orang lain karena itu mereka selalu berkata percintaan itu indah dan yang lain ngontrak, itu yang sering diucapkan pada anak remaja yang sedang bercinta. Terkadang anak remaja sekarang banyak yang kecewa karena bercinta merugikan mereka. Banyak anak yang rela mati demi sang kekasihnya. Oleh karena itu agama menyarankan bahwa anak-anak yang masih kecil beranjak dewasa janganlah terlalu tergiur oleh hal semacam itu. Karena sangat merugikan, bukan merugikan diri sendiri saja melainkan orang lain yang dekat dengan kita. Dan agama menyarankan bahwa bukan tidak diperbolehkan bercinta/berpacaran, tapi berdasarkan norma-norma yang berlaku. Contoh bercinta yang didasari norma-norma agama Islam :
Tidak diperbolehkan berpegangan tangan
Tidak diperbolehkan berdekatan/saling berdekatan
Tidak diperbolehkan berciuman
Tidak diperbolehkan berboncengan mesra.
Dan itu diperbolehkan bila orang itu sudah sah menjadi suami isteri.Anak remaja sekarang banyak yang tergoda dan tergiur, karena hawa nafsunya anak remaja sangat besar. Oleh karena itu banyak remaja yang senang bercinta karena ingin mendapatkan hak yang tidak diperbolehkan kecuali kalau mereka sudah menikah.Contoh masalah remaja yang sering terjadi di zaman sekarang :
 Banyak anak yang sekolah hamil dahuluü
 Banyak anak yang mencoba melakukan bunuh diri karena putus cinta.ü
Dan masih banyak lagi. Banyak anak yang masih dalam tahap sekolah ia berpacaran dengan sangat keterlaluan akhirnya ia hamil dan anaknya/janinnya digugurkan/dibunuh karena sang pacar/orang yang menghamili tidak mau bertanggung-jawab, dan masih ada pula masalah karena ia sudah bertekad dan mempunyai keinginan untuk menikah atau melangsungkan hidupnya dengan berkeluarga, maka mayoritas anak sekolah banyak yang memutuskan sekolahnya dan keinginannya. Oleh sebab itu masalah itu sangat diperhatikan oleh negara karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan masalah kemiskinan, pengangguran adalah ulah orang yang tidak bertanggung-jawab karena ia memilih berkeluarga dibandingkan dengan bersekolah.


C . Realita Remaja

 Realita remaja: Hamil Di Luar Nikah (Free Sex)Hamil di luar nikah terjadi akibat pergaulan bebas yang telah melampaui batas yang banyak dilakukan oleh pasangan-pasangan yang belum mempunyai ikatan resmi. Dalam hal pernikahan biasanya oleh pasangan muda-mudi usia sekolah atau yang masih remaja. Dua sejoli yang saling mencintai dan melakukan hubungan intim (hubungan suami isteri) yang belum saatnya disebabkan oleh : Kurangnya pengawasan orangtua, Gampang terpengaruh, Dan tidak dapat menjaga diri dan kepercayaan orangtua yang telah diberikan.Ø


 Akibat free sex : Hamil di luar nikah, Membuat malu sanak keluarga, Bunuh diri karena tidak tahan menanggung malu, Menggugurkan janin hasil free sex karena tidak ingin menanggung malu. Terjadinya pembunuhan karena pihak lelaki tidak mau bertanggung-jawab.Ø

D. HIV & AIDS

Pengidap HIV dan AIDS disebabkan penggunaan narkoba yang menggunakan suntik secara bergantian. HIV dan AIDS pada dasarnya adalah sejenis penyakit yang merusak sistem jaringan pertahanan tubuh yang saat ini masih belum ada obatnya dan dapat menyebabkan kematian bagi si penderita. Penyakit ini dapat menular dari hubungan intim dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.Bahaya HIV dan AIDS :Merupakan penyakit yang dapat menurun ke anak. Merusak sistem kekebalan dan pertahanan tubuh dapat mematikan.
Bagi kita yang masih sehat, janganlah engkau menjauhi para penderita HIV dan AIDS! Berilah mereka motivasi untuk bertahan hidup, pengertian dan semangat.Kriminalitas merupakan masalah yang sangat serius yang dihadapi oleh semua negara di dunia. Karena dapat merugikan dan mempengaruhi perkembangan gaya hidup para remaja. Tingginya angka kriminalitas tidak hanya disebabkan oleh orang-orang usia dewasa, tetapi juga oleh remaja yang semakin hari semakin meningkat.Dari kenyataan menunjukkan bahwa remaja pada era ini banyak sekali yang terlibat dengan hal-hal yang termasuk kriminalitas seperti :
• Penggunaan dan mengedarkan narkoba.
• Pencurian barang dan kendaraan bermotor.
• Pemerkosaan/pencabulan.
• Pembunuhan.
 Penggunaan dan mengedarkan barang-barang terlarang (narkoba)Penggunaan dan peredaran narkoba saat ini semakin meluas, tidak hanya dari kalangan dewasa saja tetapi anak-anak dan juga remaja.v
Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini banyak sekali siswa-siswi usia sekolah yang menggunakan narkoba dari SMA, mahasiswi bahkan siswa-siswi Sekolah Dasar.Adapun tata cara pengedar narkoba untuk meracuni akal fikiran para remaja sebagai berikut :
1. Datang dari teman yang mula-mula menawarkan narkoba dengan alasan menjernihkan fikiran yang sedang kacau sehingga terpengaruh.
2. Para pengedar yang mendatangi sekolah-sekolah atau kampus yang semula menghasut para siswa-siswi untuk mencoba dan kemudian mereka merasa ketagihan.
3. Datang dari rasa ingin tahu dan ingin mencoba.Pada dasarnya narkoba sendiri ialah zat yang bersifat adiktif yaitu zat yang dapat mempengaruhi atau membuat ketagihan yang dapat merusak sistem syaraf motorik dan jaringan pertahanan tubuh.Macam-macam narkoba contohnya ganja, heroin, sabu-sabu, putaw, morfin, dll.
Ciri-ciri pengguna narkoba: Mata lelap, pupil mengecil, badan kurus, bibir berwarna kebiru-biruan, pandangan kosong, jarang mandi.
Akibat dari narkoba :
- Dapat menyebabkan HIV dan AIDS.
- Overdosis bagi yang terlalu banyak menggunakannya.
- Akan terasa sakit di seluruh tubuh jika telat mengkonsumsinya
- Akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya jika sedang sakaw.
- Kematian.
 Pencurian barang dan kendaraan bermotor, pencurian barang-barang elektronik dan kendaraan bermotor sekarang ini sedang marak terjadi. Kepolisian menyatakan tingkat kriminalitas dalam hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang karena faktor ekonomi.Pencurian tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tetapi juga para remaja.v
Faktor-faktor yang mempengaruhi para remaja untuk melakukan pencurian :
- Kemiskinan
- Keinginan untuk memiliki barang tersebut
- Ejekan dari teman-teman dekat
- Ingin mempunyai sesuatu tetapi tidak kesempatan karena faktor ekonomi
 Pemerkosaan/pencabulan banyak anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pemerkosaan karena kurangnya pengawasan dari pihak orangtua. Dan kesalahan bagi pihak pemerkosa.Pemerkosaan terjadi karena tersangka melihat tubuh korban yang sangat molek dan rasa ingin menikmati.v
Faktor-faktor terjadinya pemerkosaan :
- Kurangnya pengawasan dari orangtua.
- Terlalu membuka aurat.                                                                                 
- Tidak dapat menahan nafsu.
- Adapun juga karena faktor balas dendam.
- Kurangnya jatah biologis dari istri.

E. Pergaulan Remaja

Pergaulan remaja di identikkan dengan sekumpulan anak yang membentuk suatu kelompok (geng) dengan peraturan-peraturan tertentu yang beragam tidak sedikit dari remaja yang salah dalam memilih pergaulan.Macam-macam pergaulan :
 Pergaulan Bebas kenyataan menunjukkan bahwa banyak dari remaja yang salah dalam memilih pergaulan seperti : Bergaul dengan anak-anak yang jauh dari pengawasan orang tua, Bergaul dengan anak-anak pengguna barang-barang terlarang, Bergaul dengan anak-anak geng motor dan sebagainya.Ø
Adapun akibat dari salah memilih pergaulan : Tidak memperdulikan perkataan orang tua, perlakuannya semakin hari semakin brutal, ikut turut serta menggunakan barang-barang terlarang, melakukan hal-hal yang kurang baik, semakin jauh dari orang tua, sering membolos saat sekolah, masa depan hancur karena hamil diluar nikah
 Pergaulan secara sehat dan menurut syariat islam ialah : pergaulan yang diidentifikasikan secara sehat dan menurut syariat islam pergaulan ini sangat bagus dan tidak merugikan siapa pun terutama diri kita sendiri. Karena secara fisik ialah pergaulan yang sangat luar biasa yang ditanamkan kepada semua umat Islam agar tidak salah pilih terhadap pergaulan.Keuntungan dari pergaulan yang secara sehat antara lain :Ø
Tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Tidak membuat kekecewaan terhadap orangtua.
Orang-orang makin senang terhadap perlakuannya.
Dan patut dicontoh untuk mencari pergaulan yang secara sehat/fisik.
Akibat pergaulan bebas antara lain :
1. Gara-gara kurang perhatian atau pengawasan dari orangtua sehingga anaknya mudah terpengaruh oleh orang lain seperti : anak berandalan, anak punk, anak jalanan, dan anak-anak nakal, dsb.
2. Keluarga yang tidak teratur yang biasanya mementingkan pekerjaannya sendiri dan tidak peduli terhadap anak-anaknya sehingga anaknya jarang berkumpul dengan orangtuanya.
3. Akibat pergaulan bebas bisa juga dari kurangnya kasih sayang dari orangtua kepada anaknya. Maka jangan sampai berkurang pengawasan dari orangtua, karena orangtua pun bisa menjadi semangat hidupmu. Dan janganlah kamu menjadi anak yang tidak tahu sopan santun.
4. Akibat pergaulan bebas dan saling bermusuhan termasuk akhlaq yang tidak baik, karena bisa merusak masyarakat yang lain, dan merugikan orang lain. Dan membuat kita selalu bermusuhan dan rasa saling membenci yang menimbulkan pertengkaran. Karena dengan itu manusia akan lupa diri dan melakukan hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu berusahalah untuk melawan kejahatan agar tidak terjerumus dalam lembah kegelapan.
Diposkan oleh Rindang Indah Kasih di 00.56 
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pergaulan Remaja
1 komentar:






KENAKALAN REMAJA DAN SOLUSI PERSPEKTIF ISLAM
Kamis, 05 Juli 2012

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1              LATAR BELAKANG
                        Di zaman era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini kenakalan remaja semakin mengkhawatirkan. Perlu adanya bimbingan dan pendekatan secara psikologis agar kenakalan remaja tidak semakin parah. Banyak hal yang menjadi penyebab kenakalan remaja, salah satu di antaranya adalah mengenai latar belakang remaja itu sendiri. Setiap remaja memiliki lingkungan yang berbeda-beda serta latar belakang ekonomi yang berbeda-beda, pergaulan, keluarga, pendidikan dan seterusnya. Pergaulan yang salah menjadi salah satu penyebab terjadinya kenakalan remaja. Apalagi di zaman  sekarang ini dengan alasan modernisasi para remaja ingin mencoba sesuatu yang seharusnya tak pantas dikerjakan. Misalnya penggunaan obat terlarang seperti narkoba, minum-minuman keras, pergaulan bebas dan sebagainya.  Apabila kenakalan remaja dibiarkan begitu saja, tentu akan merusak masa depan mereka sendiri, terlebih masa depan bangsa ini. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja zaman sekarang.
                        Hal-hal seperti ini telah menjadi sebuah kelaziman  dikalangan remaja. Padahal remaja atau pemuda adalah  harapan agama dan bangsa.Merupakan sebuah tonggak harapan , yang menjadi agent of change, social  controldan iron stock.

1.2              RUMUSAN MASALAH
1.      Siapa remaja itu ? Kapan orang disebut remaja ?
2.      Apa saja contoh kongrit kenakalan remaja ?
3.      Adakah faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja ?
4.      Bagaimana solusi perspektif Islam dalam menanggapi kenakalan remaja ?
5.      Bagaimana sebaiknya etika pergaulan remaja itu ?
6.      Apa andil remaja dalam pembangunan agama dan bangsa ?

1.3              TUJUAN
            Tujuan pembahasan ini adalah untuk menggambarkan kehidupan dan kenakalan  remaja dewasa ini. Serta mendeskripsikan solusi perspektif Islam dalam menanggapi berbagai macam integritas etika pergaulan remaja. 































BAB 2
PEMBAHASAN

2.1       REMAJA DAN KENAKALAN
            2.1.1    Kenakalan Remaja
                                    Remaja adalah usia yang dipenuhi dengan semangat yang sangat tinggi tetapi adakalanya semangat tersebut mengarah ke sesuatu yang bersifat negatif sehingga sering disebut dengan kenakalan remaja. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Masa  remaja awal  merupakan  masa  transisi atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan,  dimana  terjadi  juga  perubahan  pada  dirinya  baik  secara fisik, psikis,  maupun  secara  sosial  (Hurlock,  1973).  Pada  masa  transisi tersebut kemungkinan  dapat  menimbulkan  masa  krisis,  yang  ditandai  dengan kecenderungan munculnya  perilaku menyimpang.  Pada kondisi  tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu . Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa.

                        Seiring denga perubahan fisik dan psikis muncullah prilaku menyimpang atau kenakalan. Kenakalan didefenisikan sebagai suatu perbuatan yang melanggar norma, menyimpang dari hukum dalam masyarakat, peraturan sosial, adat, hukum dan agama. Oleh karena itu setiap tindakan remaja yang dianggap salah atau tidak pada tempatnya dapat dikatakan atau dikualifikasikan sebagai kenakalan. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Definisi kenakalan remaja juga dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu:
a.        Kartono, ilmuwan sosiologi
                        “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
b.      Santrock
      “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
c.       Paul Moedikdo,SH 
1). Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi  anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana,            seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya. 
2).  Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk       menimbulkan keonaran dalam masyarakat.
3). Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.

            2.1.2    Contoh, Faktor – Faktor, dan Dampak
a. Contoh Kongkrit
                        Meningkatnya tingkat kriminal di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi banyak juga dari kalangan para remaja. Tindakan kenakalan remaja sangat beranekaragam dan bervariasi dan lebih terbatas jika dibandingkan tindakan kriminal orang dewasa. Juga motivasi para remaja sering lebih sederhana dan mudah dipahami misalnya: pencurian yang dilakukan oleh seorang remaja, hanya untuk memberikan hadiah kepada mereka yang disukainya dengan maksud untuk membuat kesan impresif yang baik atau mengagumkan.

                        Berikut ini adalah beberapa contoh atau jenis - jenis kenakalan remaja yang            sering   timbul di masyarakat :
a.       Membolos sekolah
b.      Kebut-kebutan di jalanan
c.       Geng motor
d.      Penyalahgunaan narkotika
e.       Perilaku seksual pranikah
f.       Perkelahian antar pelajar
g.      Melawan orang tua dan guru
h.      Malas beribadah
i.        Merusak fasilitas umum
j.        Tawuran
k.      Berkelahi dengan teman
l.        Nonton majalah atau video porno
m.    Main game berlebihan
n.      Judi besar dan kecil-kecilan
o.      Menghabiskan uang sekolah
p.      Bersifat agresif
q.      Bersifat pengangguran
r.        Lari dari rumah
s.       Informasi dan tehnologi yang negative
t.        Pengaruh negatif  perkembangan teknologi modern

                        Masih banyak contoh kongkret yang biasa kita jumpai di lingkungan sekitar. Hanya saja terkadang kita terlalu lalai untuk memperthatikan sekitar. Tidak terkecuali para orang rua yang selalu disibukkan dengan pekerjaannya.

b.        Faktor yang Mempengaruhi
                        Kenakalan  remaja  dalam  studi  masalah  sosial  dapat dikategorikan  ke dalam  perilaku  menyimpang. Dalam  perspektif  perilaku menyimpang masalah sosial  terjadi  karena  terdapat  penyimpangan  perilaku dari  berbagai  aturan-aturan sosial  ataupun  dari  nilai  dan  norma  sosial  yang berlaku.  Perilaku menyimpang dapat  dianggap  sebagai  sumber masalah  karena dapat membahayakan  tegaknya sistem  sosial. Penggunaan  konsep  perilaku menyimpang  secara  tersirat mengandung makna  bahwa  ada  jalur  baku  yang harus  ditempuh.  Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang. Untuk  mengetahui  latar  belakang  perilaku  menyimpang  perlu membedakan  adanya  perilaku  menyimpang yang  tidak  disengaja  dan  yang disengaja,  diantaranya  karena  pelaku  kurang memahami  aturan-aturan  yang ada, perilaku   menyimpang  yang  disengaja,  bukan  karena  pelaku  tidak mengetahui aturan. Hal  yang  relevan  untuk  memahami  bentuk  perilaku tersebut,  adalah mengapa  seseorang  melakukan  penyimpangan,  padahal  ia  tahu apa  yang dilakukan melanggar aturan. Prilaku menyimpang yang muncul pada diri remaja bukanlah sesuatu yang instan. Ada banyak factor yang menyebabkan prilaku itu muncul, baik secara internal (factor dalam rumah dan psikologi) maupun eksternal (factor lingkungan luar)
a.    Faktor Internal
            Masa remaja identik dengan keceriaan, kebingungan, persahabatan, pengenalan diri dan sebagainya. Tidak jarang bila remaja mudah sekali tersinggung. Karena remaja lebih cenderung memiliki sifat egosentris. Dalam factor internal penyebab penyimpangan prilaku remaja, lebih cenderung kepada:
1)        Psikologi Pribadi
                                    Karena mental remaja yang masih tergolong labil dengan didukung                        keingintahuan yang kuat, maka biasanya mereka cenderung melakukan apa                        saja tanpa mempertimbangkan akibat yang akan ditimbulkan.
2)                 Keluarga
Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan firah. Maka bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, atau nasrani, atau majusi (HR. Bukhori).
                                                Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan prilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah factor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik.Begitupu dengan kerusakan moral pada remaja juga tidak terlepas dari kondisi dan suasana keluarga. Keadaan keluarga yang carut-marut dapat memberikan pengaruh yang sangat negatif bagi anak yang sedang/sudah menginjak masa remaja. Karena, ketika mereka tidak merasakan ketenangan dan kedamaian dalam lingkungan keluarganya sendiri, mereka akan mencarinya ditempat lain. Sebagai contoh; pertengkaran antara ayah dan ibu yang terjadi, secara otomatis akan memberikan pelajaran kekerasan kepada seorang anak. Bukan hanya itu, kesibukan orang tua yang sangat padat sehingga tidak ada waktu untuk mendidik anak adalah juga merupakan faktor penyebab moral anaknya bejat.

b.    Faktor Eksternal
1)        Lingkungan Masyarakat
                        Kondisi lingkungan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter moral generasi muda. Pertumbuhan remaja tidak akan jauh dari warna lingkungan tempat dia hidup dan berkembang. Pepatah arab mengatakan “al insan ibnu biatihi”. Lingkungan yang sudah penuh dengan tindakan-tindakan amoral, secara otomatis akan melahirkan generasi yang durjana.
2)        Teman Pergaulan
                                                Perilaku seseorang tidak akan jauh dari teman pergaulannya. Pepatah arab mengatakan, yang artinya: ” dekat penjual minyak wangi, akan ikut bau wangi, sedangkan dekat pandai besi akan ikut bau asap”. Menurut beberapa psikolog, remaja itu cenderung hidup berkelompok (geng) dan selalu ingin diakui identitas kelompoknya di mata orang lain. Oleh sebab itu, sikap perilaku yang muncul diantara mereka itu sulit untuk dilihat perbedaannya. Tidak sedikit para remaja yang terjerumus ke dunia hitam, karena pengaruh teman pergaulannya. Karena takut dikucilkan dari kelompok/gengnya, maka seorang remaja cenderung menurut saja dengan segala tindak-tanduk yang sudah menjadi konsensus anggota geng tanpa berfikir lagi plus-minusnya.

a.         Dampak
                        Dampak kenakalan remaja pasti akan berimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, ia akan tumbuh menjadi sosok dengan  bekepribadian buruk. Remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan tertentu pastinya akan dihindari atau malah dikucilkan oleh banyak orang. Remaja tersebut hanya akan dianggap sebagai pengganggu dan orang yang tidak berguna. Akibat dari dikucilkannya ia dari pergaulan sekitar, remaja tersebut bisa mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisai, merasa sangat sedih, atau malah akan membenci orang-orang sekitarnya.
                        Tak sedikit keluarga yang harus menanggung malu. Hal ini tentu sangat merugikan, dan biasanya anak remaja yang sudah terjebak kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban keluarganya. Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa menunggu para remaja yang melakukan kenakalan. Bayangkan bila ada seorang remaja yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas, hampir bisa dipastikan dia tidak akan memiliki masa depan cerah. Hidupnya akan hancur perlahan dan tidak sempat memperbaikinya.

2.2       ANTISIPATIF DAN SOLUSI PERSPEKTIF ISLAM
            Lingkungan memiliki hubungan dengan manusia. Lingkungan mempengaruhi sikap dan prilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan mempengaruhi lingkunga n setempatnya. Hubungan antara lingkungan dan kehidupan manusia sudah diakui para pemikir dan tokoh dunia sejak dahulu.
            Lingkunga adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang mempunyai peran yang lebih kompleks dan riil.
            Telah disampaikan bahwa terciptanya manusia dimuka bumi ini adalah menjadi kholifah bagi ummat. Realitanya banyak remaja yang kehilangan jati dirinya, dikarenakan berbgai macam alasan. Sehingga berdampak sangat fatal, mulai  dari integritas moral samapi dengan tindak kriminalitas yang mengkhawatirkan.  Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang mampu menjadi suri tauladan yang baik. Pastinya yang tidak memiliki penyimpangan moral. Rasulullah bersabda: “ Innama buitstu li utammima makarima al-akhlaq”, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq ummat”. Rasulullah merupakan figur terhebat dalam Islam. Yang memiliki

          2.2.1       Cara Islam Mengatur Pergaulan Manusia
               Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi olehpembawaan dan lingkungan. Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok, manusia yang mempunyai aspek jasmani, disebutkan dalam surah al Qashash: 77.
               Pergaulan secara sehat menurut syariat Islam ialah pergaulan yang diidentifikasikan secara sehat dan menurut syariat Islam pergaulan ini sangat bagus dan tidak merugikan siapa pun terutama diri kita sendiri. Karena secara fisik ialah pergaulan yang sangat luar biasa yang ditanamkan kepada semua umat Islam agar tidak salah pilih terhadap pergaulan. Banyak keuntungan yang bisa kita rasakan dari pergaulan sehat.
            Islam telah mengatur perilaku remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah:
a.    Menutup Aurat
          Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya, terutama kepada lawan jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta tidak menimbulkan fitnah.
          Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan bagi perempuan yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Disamping aurat, pakaian yang dikenakan jug a tidak boleh ketat, transparan atau tipis sehingga tembus pandang tidak memperlihatkan lekuk tubuh.
          Dalam (QS. An Nur [24] : 31): "Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka"  

b.    Menjauhi Perbuatan Zina
          Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian. Pergaulan di dalam Islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan denngan lawan jenis haruslah ada jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada akhirnya akan merusak pridasi pelaku sendiri maupun masyarakat umum. Allah berfirma dalam surat Al-Isra’ ayat 32:
artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan buruk”
          dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agarterhindar dari perbuatan zina, Islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut:
1)    Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jikalaki-laki dan perempuan di tempat yang sepi maka yang ketiga adalah syetan.
2)   Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling besentuhan yang dilarang dalam Islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja dan tidak disertai nafsu.

2.2.2    Etika Pergaulan yang Baik
            Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup ummatnya juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi:
a.    Mengucapkan Salam
                   Mengucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang       lain    sesama muslim. Ucapan salam merupakan doa, dengan kata          lain kita       telah mendoakan orang tersebut.

b.    Meminta Izin
          Meminta izi disini berarti tidak boleh meremehkan hak-hak orang lain. Karna setiap hak yang kita miliki pasti dibatasi juga dengan hak-hak orang sekitar kita.

c.    Menghormati Orang yang Lebih Tua dan Menyayangi yang Muda
          Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan bisa mengambil hikmah dari sejarah kehidupan mereka. Ini semua tidak hanya berlaku untuk orang yang lebih tua, kepada orang yang lebih muda dari merekapun remaja harus memberi tuntunan dan bimbingan untuk selalu berada di jalan yang benar.

d.    Bersikap Santun dan Tidak Sombong
          Dalam bergaul, penekanan  prilaku yang baik sangat dicamkan, agar orang lain bisa merasa nyaman bersama kita.kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya. Hal seperti ini tidak pernah diterapkan dalam Islam. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

e.    Berbicara dengan Sopan
          Islam mengajarkan untuk bertutur sopan dan lembut, mengutamakan perkataan yang bermanfaat dengan gaya yang wajar dan tidak bual.

f.     Tidak saling Menghina
          Adalah sebuah kebiasaan yang tidak baik untuk remaja pada dewasa ini. Mengumpat hukumnya dilarang dlam Islam, sehinggadalam pergaulan antar sesama sebaiknya selalu menjaga perkataan.

g.    Tidak Saling membenci dan Iri Hati
          Rasa iri akan berdampak dan berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik antar sesame. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketidaktenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

h.    Mengisi Waktu luang dengan Kegiatan yang Bermanfaat
          Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Remaja harus membagi waktunya dengan subjektif dan efesien, dengan cara membagi waktunya menjadi 3 bagian, yaitu: sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya, dan sepertiga terakhir untuk orang lain.

i.     Mengajak Orang Lain untuk berbuat Kebaikan
          Orang yang memberi petunjuk kepada orang lain menuju jalan kebenaran akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu.
                  
            2.2.3    Solusi
                        Dari berbagai permasalahan yang terjadi dikalangan remaja masa kini, maka tentunya ada beberapa solusi yang saya tawarkan dalam pembinaan dan perbaikan remaja masa kini.

a.      Membentuk Lingkungan yang Baik.
                             Sebagaimana disebutkan di atas lingkungan merupakan factor terpenting yang mempengaruhi prilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang sholeh, memilih teman yang dekat dengan sang Khalik dan masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan, jika hal ini mampu kita lakuakan, maka peluang bagi remaja atau anak untuk melakuakan hal yang negative akan sedikit berkurang.

b.      Pembinaan dalam Keluarga.
                        Sebagaimana disebut diatas bahwa keluarga juga punya andil dalam membentuk pribadi seorang anak, jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling kecil, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan. Jangan sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap malakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada keluarga dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik tetapi kita bisa lakukan itu dengan perlahan dan sabar.

c.       Sekolah.
                        Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan di sekolah untuk memulai perbaikan remaja, diantaranya melakukan program mentoring pembinaan remaja lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, sispala, patroli keamanan sekolah dan lain sebagainya,jika kita optimalisasikan komponen organisasi ini maka kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi.

2.3       REMAJA, AGAMA DAN BANGSA
            Remaja, agama dan bangsa pada hakikat memiliki hubungan yang sepadan. Remaja bisa juga disebut dengan pemuda. Pemuda (manusia) adalah salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna keadaannya. Selain diberi bentuk atau rupa yang sempurna, ia masih juga dibekali dengan kemammpuan akalnya. Dengan dibekali kemampuan akal inilah manusia menciptakan berbagaimacam peralatan hidup, pengetahuan, membentuk masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan dan bahkan menciptakan kerusuhan.
           
            2.3.1    Remaja dan Agama
                        Allah SWT telah menyeru kepada kita sebagai manusia dengan berbagai macam  taklif. Allah telah menjadikan kita sebagai sasaran  seruan dan taklif melalui syariat-Nya. Allah akan membangkitkan  manusia dan  menghisab amal perbuatannya. Allah SWT menciptakan manusia, baik pria maupun wanita, dengan suatu fitrah yang khas. Wanita adalah manusia, sebagaimana halnya pria. Masing-masing tidak dapat dibedakan dari segi kemanusiaannya. Yang satu tidak melebihi yang lainnya dalam hal ini. Diwajibkan kepada wanita untuk menjalankan sholat lima waktu, puasa ramadhan, zakat, dan haji sebagaimana diwajibkan pula kepada pria.  
                        Allah berfirman dalam QS. Al Hujurat:49 yang artinya:
“Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu menjadikan kalian berbangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal”
                                    Dalam hal ini Allah menyediakan tantangan sebagai stimulan kehidupan yang untuk merangsang munculnya semangat perubahan sekaligus nurani kepahlawanan dalam diri manusia. Orang-orang yang tidak memiliki nurani akan melihat tantangan sebagai beban berat, mereka menghindarinya dan dengan sukarela menerima posisi kehidupan yang tidak terhormat. bagi orang yang mempunyai nurani kepahlawanan akan mengatakan kepada tantangan tersebut “Ini untuk ku”.
                        Pemuda Islam akan selalu berjuang untuk menjadikan tantangan sebagai motifasi demi kesejahteraan umat manusia. Dalam beragama mereka tidak memahaminya sebagai ritual belaka, melainkan sebuah kerja, sebuah aksi nyata. Tidak sedikit yang memahami agama merupakan ritual belaka, paradigma harus segera diubah karena agama tidak seperti itu.
                        Agama merupakan pranata untuk menyempurnakan kemanusiaan manusia, dan pada waktu yang bersamaan berfungsi untuk mengangkat harkat dan derajat manusia. Dengan demikian, pemahaman yang komperhensif terhadap agama akan mampu membangun moral force yang tangguh dan compatible, sebagai salah satu syarat membangun bangsa yang telah sekian lama dihimpit dan terjerumus dalam kemunduran.
                        Untuk membangun bangsa menuju kepada kemajuan dan kejayaan, tidak hanya menitik beratkan pada pembangunan “fisik”, tetapi ada yang lebih penting untuk dibangun, yaitu pembangunan kristal nilai dan rasa yang terdapat pada wilayah yang transenden. Pendekatannyapun menggunakan pendekatan yang berorientasi pada wilayah spiritual. Maka tugas penting daripada orang tua yaitu menanamkan pendidikan agama sejak dini kepada anak-anaknya.

            2.3.2    Remaja dan Bangsa
                        Para pemuda ibarat ruh dalam setiap tubuh komunitas atau kelompok, baik itu dalam lingkup kecil ataupun luas seperti negara. Mereka merupakan motor penggerak akan sebuah kemajuan  bangsa. Makanya tidak heran, jika ada yang mengatakan bahwa sebuah negara akan menjadi kuat eksistensinya, ketika para pemudanya mampu tampil aktif dan dinamis di tengah masyarakat.
                                    Ketika kita membicarakan sosok seorang pemuda, maka sebenarnya sama halnya kita sedang berbicara mengenai dunia remaja. Menurut beberapa pakar psikologi yang telah disebut di atas, masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan. Oleh sebab itu di sinilah mental remaja itu akan benar-benar diuji. Berbagai fenomena yang syarat akan jawaban dan persoalan yang menuntut sebuah solusi akan terus senantiasa mengiringinya.
                        Tongkat estafet pembangunan karekter bangsa dan negera ini akan terus berganti dari masa ke masa, seiring dengan pergantian generasi. Oleh sebab itu, dibutuhkan sosok generasi yang tangguh dan ulet untuk mengemban amanah besar ini. Pemuda, dengan segala kelebihan dan keistimewaannya sangat diharapkan untuk dapat mewujudkan cita-cita nasional menuju bangsa yang bermartabat dan berdaulat secara utuh. Tentunya pemuda yang dimaksud adalah mereka-mereka yang mempunyai jiwa nasionalisme, patriotisme serta didukung dengan komitmen moral yang kokoh.
                        Dalam sejarah kemerdekaan negara republik Indonesia, remaja atau pemuda telah ikut andil dalam menciptakan sebuah cita-cita bangsa, yaitu memerdekakan bangsa Indonesia. Teks sumpah pemuda menjadi bukti eksistensi pemuda Indonesia.








                       





Demikianlah Sumpah Pemuda yang diikrarkan 83 tahun yang lalu. Sejarah nasional telah membuktikan bahwa pemuda merupakan penggerak roda sejarah yang mampu membawa masyarakat yang tertindas menuju cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya. Bangsa ini lepas dari cengkeraman kolonial karena jasa kaum muda.             Catatan sejarah gerakan kepemudaan di Indonesia sudah membuktikannya. Mereka, para pemuda ini, muncul atas air mata, keringat dan darah rakyat Indonesia. Kurang lebih 350 tahun, selama itu, Indonesia hidup dalam kesengsaraan. Kebebasan yang terampas, dan pergerakkan perjuangan dibawah tekanan penjajah. Hingga ketika pada tanggal 28 oktober 1928 sebelum kemerdekaan, para pemuda ini menggetarkan hati rakyat Indonesia, “Kami Putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, darah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.  Semangat mereka mewakili cita-cita perjuangan bangsa, yang kemudian dikenal dengan peristiwa “Sumpah Pemuda”. Para pemuda ini bekerja tanpa pamrih. Yang diinginkannya hanyalah kemerdekaan , kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sampai kerja keras mereka berbuah dengan indah, cita-cita yang diperjuangkan, mengenai kebebasan, sampai kini dinikmati oleh semua kalangan rakyat Indonesia.
                        Sekali lagi, sejarah membuktikan pentingnya peran pemuda dalam mengubah bangsa. Tinta emas yang ditorehkan selalu menyita perhatian dari berbagai jenis kalangan dan golongan. Tidak peduli dari warna mana pemuda itu berasal, langkah tegapnya selalu dinanti-nanti. Karena geraknya merupakan manifestasi pembangunan bangsa.

BAB 3
PENUTUP
3.1       KESIMPULAN
            Dewasa ini banyak hal-hal yang terlupakan oleh kita sebagai manusia, khususnya orang tua dan remaja. Sering sekali terjadi kelalaian dalam proses pendidikan. Hingga tidak heran banya remaja yang tidak tebentuk sesuai dengan ajaran agama. Hal ini tentu tidak hanya disebabkan oleh kelalaian dalam peroses pendidikan saja, terdapat banyak faktor yang menunjang penyimpangan tersebut, misalkan keluarga yang tidak harmonis, teman sepergaulan, teknologi modern dan lain sebagainya.
            Remaja yang menjadi obyek disini merupakan iron stock bagi agama dan bangsa. Maka apabila terjadi kegagalan dalam proses pendidikan remaja, tidak hanya berdampak pada keluarga, agama dan bangsa saja tetapi akan lebih berdampak pada spikologi remaja itu sendiri. Remaja yang sering melakukan penyimpangan akan menjadi terbiasa oleh hal-hal buruk. Sangat berbeda dengan remaja yang telah ditanamkan pendidikan agama dalam hidupnya. Sehinggga satu yang harus dicamkan kepada para orang tua yaitu, penanaman pendidikan agama sejak dini. Karena sangat dikhawatirkan kepada remaja yang tidak memiliki rasa takut terhadap tuhannya  akan mempunyai peluang besar untuk melakukan penyimpangan moral bahkan sampai dengan tindakan kriminal.
            Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik remaja. Terlebih dalam mendidik remaja yang telah terjerumus lebih dulu. Dalam ini para orang tua harus lebih menciptakan suasana keluarga diniyah yang harmonis dan memperhatikan teman sepergaulannya. Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan dalam memperbaiki kenakalan yang terjadi saat ini. Semuanya adalah tanggung jawab kita, orang bijak tidak meyalahkan keadaan tetapi mecari solusi untuk mengahadapi kenyataan.

3.2       SARAN
            Marilah kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk memperbaiki masa depan generasi kita, karena hitam dan putih bangsa ini ada di tangan mereka semua. Jika kita tidak memulai dari sekarang dan dari kita sendiri, maka siapa lagi yang akan memulai dan memperbaikinya. Tidak ada lagi kata untuk saling menyalahkan. Untuk memulai perbaikan ini butuh keseriusan semua pihak. Marilah kita sama-sama serius untuk memperbaiki masa depan bangsa ini. Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok. Marilah kita memulai tidak hanya dengan bermimpi tetapi dengan usaha yang nyata.













Duniajilbab (DIJE) adalah wadah muslimah untuk bersatu dan bersama menyiarkan gerakan ber #hijrah menuju jilbab, sesuai perintah Allah SWT. IG DIJE : @duniajilbab | Twitter DIJE : @duniajilbab Informasi Muslimah, Jilbab Online, Hijab Tutorial, Hijabista, Seputar Jilbab, Hijaber
 
Tuesday, 25 November 2014
Pacaran Yang Baik Menurut Agama Islam

Pacaran seperti yang biasa dilakukan oleh anak muda akhir-akhir ini sangat tidak dianjurkan dalam islam, karena bertentangan dengan ajaran islam yang tidak memperbolehkan pacaran. Hubungan "pacaran" dalam islami disebut ta'aruf. Dan ini sangat bertentangan dengan pacaran "bebas" yang akhir-akhir ini kita saksikan di tengah-tengah masyarakat yang terpengaruh budaya barat.

Pacaran dalam islam sangat ketat bagi anak-anak remaja jaman sekarang. Remaja jaman sekarang mungkin sudah banyak yang lepas dari ajaran-ajaran islam. Gaya berpacaran anak remaja sekarang sudah sangat kelewat batas. Pacaran kalau tidak dengan nafsu mungkin sudah gak asyik (kata sebagian besar anak remaja). tapi apakah mereka tidak takut dengan hukuman yang akan mereka dapat nantinya?. Mungkin banyak yang berfikir seperti itu, tapi setelah mereka bertemu dengan lawan jenisnya atau pacarnya, semuanya itu tidak berlaku lagi. Yang pasti semua itu terpengaruh oleh hasutan setan. Masih ingatkan dengan sabda Rosulullah, "jika dua lawan jenis berduaan, maka yang ketiga adalah setan". Mungkin sebab itulah para anak remaja jaman sekarang kelewat batas dalam berpacaran.

Pacaran dalam hukum islam sangat dilarang (Baca juga: Pacaran itu tidak nikmat dan tidak spesial ). Yang diperbolehkan adalah Ta'aruf, namun ini juga masih sering diperbincangkan. Pacaran dalam islam (Ta'aruf) ini, ada banyak batasannya. Batasan dalam berpacaran menurut hukum islam diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya karena sudah ada hukum islam nya.

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.

4. Harus menjaga mata atau pandangan kita ke pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang
sering membawa kepada perbuatan zina.

5. Menutup aurat Sangat diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina mata dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga, apa lagi masuk surga.

Selagi batasan Ta'aruf (pacaran dalam islam) di atas tidak dilanggar, maka pacaran dalam islam seperti yang dijelaskan di atas hukumnya boleh. Tetapi persoalannya sanggupkah pacaran tanpa berpandang-pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. setelah itu terserah dijers bagaimana menyikapinya. Jika ukhti sudah tahu akibat dari perbuatan, ukhti harus berfikir dewasa dalam menyikapinya.

Sumber: Dari berbagai sumber di google.co.id



Etika Pergaulan Remaja dalam Pandangan Islam
22 November 2010 | komentar (33)

Berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
Apalagi sekarang terpaan media informasi di abad millennium ini semakin merambah dengan cepat. Di daerah yang tidak diduga sekalipun bahkan terpencil ada saja tempat untuk pemutaran film-film porno. Rental VCD bertebaran di setiap tempat, belum lagi media cetak yang demikian bebas mengumbar informasi sensual dan kemesuman
Satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius adalah bebasnya hubungan antar jenis diantara pemuda yang nantinya menjadi tonggak pembaharuan. Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah di hari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini. 

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah :

1. Menutup Aurat
Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurot demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurot merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Di samping aurat, Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 
2. Menjauhi perbuatan zina
Pergaulan antara laki-laki dengan perempuan di perbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Dalam pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”
Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :
1.     Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Jika laki-laki dan perempuan di tempat sepi maka yang ketiga adalah syetan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu syetan.
2.     Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi bersentuhan yang tidak disengaja tanpa disertai nafsu birahi tidaklah dilarang.

Tata Cara Pergaulan Remaja
Semua agama dan tradisi telah mengatur tata cara pergaulan remaja. Ajaran islam sebagai pedoman hidup umatnya, juga telah mengatur tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai agama. Tata cara itu meliputi :
a. Mengucapkan Salam
Ucapan salam ketika bertemu dengan teman atau orang lain sesama muslim, ucapan salam adalah do’a. Berarti dengan ucapan salam kita telah mendoakan teman tersebut.

b. Meminta Izin
Meminta izin di sini dalam artian kita tidak boleh meremehkan hak-hak atau milik teman apabila kita hendak menggunakan barang milik teman maka kita harus meminta izin terlebih dahulu

c. Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
Remaja sebagai orang yang lebih muda sebaiknya menghormati yang lebih tua dan mengambil pelajaran dari hidup mereka. Selain itu, remaja juga harus menyayangi kepada adik yang lebih muda darinya, dan yang paling penting adalah memberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang benar dan penuh kasih sayang.

d. Bersikap santun dan tidak sombong
Dalam bergaul, penekanan perilaku yang baik sangat ditekankan agar teman bisa merasa nyaman berteman dengan kita. Kemudian sikap dasar remaja yang biasanya ingin terlihat lebih dari temannya sungguh tidak diterapkan dalam islam bahkan sombong merupakan sifat tercela yang dibenci Allah.

e. Berbicara dengan perkataan yang sopan
Islam mengajarkan bahwa bila kita berkata, utamakanlah perkataan yang bermanfaat, dengan suara yang lembut, dengan gaya yang wajar .

f. Tidak boleh saling menghina
Menghina / mengumpat hukumnya dilarang dalam islam sehingga dalam pergaulan sebaiknya hindari saling menghina di antara teman.

g. Tak boleh saling membenci dan iri hati
Rasa iri akan berdampak dapat berkembang menjadi kebencian yang pada akhirnya mengakibatkan putusnya hubungan baik di antara teman. Iri hati merupakan penyakit hati yang membuat hati kita dapat merasakan ketenangan serta merupakan sifat tercela baik di hadapan Allah dan manusia.

h. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Masa remaja sebaiknya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat remaja harus membagi waktunya efisien mungkin, dengan cara membagi waktu menjadi 3 bagian yaitu : sepertiga untuk beribadah kepada Allah, sepertiga untuk dirinya dan sepertiga lagi untuk orang lain.

i. Mengajak untuk berbuat kebaikan
Orang yang memberi petunjuk kepada teman ke jalan yang benar akan mendapatkan pahala seperti teman yang melakukan kebaikan itu, dan ajakan untuk berbuat kebajikan merupakan suatu bentuk kasih sayang terhadap teman.

Demikian beberapa tata cara pergaulan remaja yang dilandasi nilai-nilai moral dan ajaran islam. Tata cara tersebut hendaknya dijadikan pedoman bagi remaja dalam bergaul dengan teman-temannya.Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan renungan atau muhasabah

Komentar

  1. http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/11/resort-unik-di-thailand-liburanmu-pasti.html
    http://kreasimasadepan441.blogspot.com/2017/11/cenote-angelita-sungai-ajaib-yang-ada.html

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At Dominovip.com ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : D8809B07 / 2B8EC0D2
    - Skype : Vip_Domino
    - WHATSAPP : +62813-2938-6562
    - LINE : DOMINO1945.COM
    - No Hp : +855-8173-4523

    BalasHapus

Posting Komentar